5 menit yang lalu jarum jam baru saja loncat dari pukul 5 sore, pertanda jam kerja sudah terlepas dari rutinitas sehari-hari. Bram, pemilik nama lengkap Bramantyo Pancaring Tyastomo, bujang lokal yang baru saja melepas rasa rindunya di Jakarta dengan sang istri minggu kemarin, bergegas menuju ke lantai 2 gedung MTO.
Langkahnya gembira, sebahagia pertemuannya dengan sang istri kemarin. Dan, arena tenis meja yang terpancang di dekat toilet adalah tujuan utamanya. Ternyata di sana sudah menunggu para 'bulok' lainnya, semisal Pak Asqolani, Pak Suharman, Pak Togap, Pak Nana, Pak Nico dan Dedy Agus Prabowo.

Dan, berpesta poralah para 'bulok' bahagia melepaskan dahaganya di atas meja persegi panjang seluas ranjang bayi itu. Mengadu keringat dengan smash-smash tajam. Membakar gelora dengan tenis meja.
Langkahnya gembira, sebahagia pertemuannya dengan sang istri kemarin. Dan, arena tenis meja yang terpancang di dekat toilet adalah tujuan utamanya. Ternyata di sana sudah menunggu para 'bulok' lainnya, semisal Pak Asqolani, Pak Suharman, Pak Togap, Pak Nana, Pak Nico dan Dedy Agus Prabowo.
Dan, berpesta poralah para 'bulok' bahagia melepaskan dahaganya di atas meja persegi panjang seluas ranjang bayi itu. Mengadu keringat dengan smash-smash tajam. Membakar gelora dengan tenis meja.
Tenis meja merupakan sarana pelepas dahaga dari para bulok bahagia kita. Bulok atau bujang lokal, adalah istilah para suami yang ditinggal sendiri istri di tanah seberang. Dipisahkan tugas dan kewajiban, demi segenggam tanggung jawab dan sekepal intan permata impian.
Makanya, jangan heran bila setiap sore hari selepas jam kerja, arena tenis meja menjadi begitu gegap gempita dan bergelora.
Maklum teman, cuma inilah pelepas dahaga pelampiasan mimpi panjang yang tak kunjung tiba....
Maklum teman, cuma inilah pelepas dahaga pelampiasan mimpi panjang yang tak kunjung tiba....
Daripada mereka keluyuran malam-malam ke Bukit Senyum yang remang?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar