Jumat, 26 Juni 2009

Kiriman dari Teman ( 2 )

Setelah pindah dari MTO Batam...
Akhirnya, kini cita-cita teman kami tercapai. Semenjak kecil, cita-citanya ingin menjadi pilot, atlet para layang, boogy-jumping, atlet terjun bebas, atlet loncat indah, hingga tukang panjat genteng...

Pokoknya yang serba 'terbang' dan 'melayang'. Kini, terwujudlah semua impiannya...

Sekarang dia menjadi manusia burung...



Ady si Manusia Burung, musuh bebuyutan Deni si Manusia Ikan.

Senin, 22 Juni 2009

Ekspedisi "Asap Hitam" Tim Enam

Jarum jam melompat ke pukul 10.30, ketika tim mancing mulai berdatangan berkumpul di basecamp, Pondok Asri, sebuah rumah kontrakan Kirei dan Dedy Agus Prabowo yang lumayan kusut masai bak perahu pecah dihantam badai.
Tim Lima ( Pak Ronald, Bang Edy, Dedy Agus, Kirei dan Herman ), meluncur ke rumah di daerah Bengkong, menjemput Ozy yang tengah takzim main domino. Jadilah tim pancing kali ini berjuluk ”Ekspedisi Tim Enam” saingan ”Tim Sembilan” sebuah nama tim pemenangan Pemilihan Presiden salah satu kandidat yang tersohor.

Berangkat dari daerah Bengkong sembari membeli aki buat suntikan daya fish finder, yang dibawa.

Sesampainya di Bengkong Laut, Tim Enam mulai membongkar barang-barang muatan. Masalah langsung menghadang, ketika perahu yang hendak dipakai telah terdampar karena susutnya air pantai. Dengan semangat gotong royong, berenam turun ke air untuk mendorong perahu yang mogok dikait lumpur pantai, terus menghela ke tempat yang lebih dalam.

Begitu perahu mengapung di tempat yang layak, giliran mereka kebingungan ketika barang-barang muatan masih tertinggal di pantai. Bagaimana harus menaikan barang muatan ke atas perahu?
...To Be Continued...

Penawaran Jaket Klub Dari Volk Old



Volk Old, sebuah pembuat jaket dari Bandung menawarkan model jaket di atas untuk klub badminton kami, dan juga orang yang 'berminat' memiliki jaket di atas.

Bagaimana kira-kira wujud aslinya ya, keren nggak...?

Jumat, 19 Juni 2009

Futsalers


Brifing, sambil ngaso... waktu berlaga melawan IPSI Batam tempo dulu
ayo semangat para futsalers MTO Batam...

Minggu, 14 Juni 2009

Lokasi Lapangan Tennis

Anda berminat untuk bergabung dengan MTO Batam Tennis Club, tapi tidak tau harus kemana?
ini panduan singkatnya...

Pertama-tama, temukan BCS Mall di daerah Nagoya. BCS Mall itu singkatannya Batam Centre Square, bukan Botswana Centre Mall, kalau itu adanya di benua Afrika sono.

Setelah menemukan BCS Mall, anda boleh makan-makan dulu, minum dulu atau bahkan mejeng tebar pesona di Mall. [Lah...lantas maen tennisnya kapan?]...ya oke, kalau langsung mau maen tennis, belok ke kananlah sekitar 200, atau 300 meter. Kurang lebih segitu deh...

Kalau kurang yakin, anda boleh bawa meteran tukang jahit untuk mengukurnya...

Nah, tepat di sebuah gedung dengan papan tulisan "Lapangan Tenis Mandiri", anda boleh masuk dan bergabung pada setiap Rabu malam, jam 7 sampai selesai.

Selamat mencoba dan bergabung...

Sabtu, 13 Juni 2009

Sabtu Siang Ini Hujan...

Pertandingan badminton tengah berlangsung seru, ketika hujan mengguyur di luar stadion...



Padahal beberapa saat yang lalu, cuaca masih sangat teriknya...



Inilah cuaca di Batam, tidak jelas juntrungannya...sebentar hujan, sebentar panas. Mama Lauren dan Ki Joko Pinter saja nggak bisa menebak cuaca di Batam. Makanya...tidak ada profesi pawang hujan di Batam ini...banyak yang gulung tikar.
Tapi, kami para badmintoners 'berusaha' datang dan menyingkirkan semua masalah cuaca yang tidak jelas itu...hujan dan badai bukan penghalang...


Kami tetap semangat dan bersimbah keringat di dalam stadion...

No Comment

Mau berkomentar tentang mahluk yang satu ini?

Saya tidak ada kata pengantar untuk menampilkan sosok ini, barangkali komentar-komentar dari anda sekalian, bisa menjadi narasi dalam melengkapi tulisan saya ini.



Saya kehabisan kata-kata untuk menggambarkannya, silahkan anda berkomentar di bawah untuk menggantikan kata-kata saya yang hilang...hehehe...

Di Sekitar Kita

Sabtu pagi, main badminton lagi.

Selama akhir-akhir ini, kami selalu meliput kegiatan yang terjadi di dalam gedung GOR Batu Batam, nah...pada edisi kali ini, sekali-kali kami mau meliput 'kejadian' yang berlangsung di luar GOR Batu Batam, biar seimbang...
Check and balance, kata para jurnalis sih...



Ini adalah jalan menuju GOR Batu Batam, dari arah belakang RS Awal Bros. Tersaji pemandangan kehidupan yang bertolak belakang dengan gemerlapnya kota Batam.

Seperti permasalahan sosial yang menyelimuti kota Batam pada umumnya, pemukiman adalah masalah utama yang membelit kota ini. Rumah-rumah liar tumbuh menjamur, menyesakkan sudut-sudut kota, termasuk di jalan menuju ke GOR Batu Batam ini.



Itulah kawan, kejadian yang tersaji di sekitar kita setiap Sabtu pagi ketika menuju ke GOR Batu Batam untuk main bulutangkis. Inilah realita yang ada di sekitar kota, di salah satu pojok kota Batam.


Jumat, 12 Juni 2009

Kiriman Dari Teman

Foto ini adalah kiriman dari teman kami, Ady Normansyah.



Dia adalah alumnus MTO Batam dan juga jebolan perguruan debus di Banten. Sekarang dia 'merantau' jauh ke Jakarta, di transfer ke LTO 1.

Syukur, kalau sekarang dia mulai menggeluti cabang olahraga, padahal dulu waktu masih menjadi 'warga negara' MTO Batam, hobby-nya cuma mengembara dari mall ke mall dan menghabiskan waktunya bersama mesin-mesin mainan di Timezone.

Tapi, kami menganggapnya sebagai warga negara MTO Batam yang sedang merantau, dia masih tetap 'bagian dari kami'. Begitupun teman-teman alumni MTO Batam lainnya, yang sekarang sedang merantau ke bagian sudut-sudut Indonesia.
Tidak pernah kami melupakannya, apalagi melepaskan ikatan kekeluargaan kita.

Bagaimana dengan rekan-rekan alumni MTO Batam yang lain?

Mana kiriman dari anda?

Semoga anda semua bahagia dan sejahtera di sana...

...ternyata penyakit lamanya sudah akut dan kronis, tidak sembuh-sembuh juga...beginilah gaya Ady Norman kalau penyakit lamanya kumat....(adegan ini bisa anda saksikan di Sinetron "BEN7" di TPI jam 7 sore setiap hari)....

Kamis, 11 Juni 2009

Papan Pengumuman

Jaman dulu, orang-orang Indian membuat asap untuk mengabarkan berita pada suku-suku dan kaumnya. Di Indonesia, terutama di pelosok pulau Jawa, orang menabuh kentongan untuk mengabarkan berita dan mengumpulkan penduduk...

Di MTO Batam...?
Orang-orang menempelkan berita di Papan Pengumuman, di dekat mesin absensi finger print, dengan harapan khalayak ramai bisa membacanya...



Inilah tempelan berita di Papan pengumuman sore itu, isinya : undangan untuk mengikuti tennis, undangan mengajak main futsal, dan berita saldo uang koperasi yang melolong menjerit-jerit....


Papan pengumuman ini memang efektif dalam menggerakkan dan mengabarkan informasi olahraga di MTO Batam. Mungkin efektif juga buat mengabarkan berita kehilangan sandal atau rencana undangan buat menghadiri pesta pernikahan?

Ayo...manfaatkan papan pengumuman kita!
Gratis, murah meriah dan efektif...
(Tapi jangan menempelkan iklan untuk mengajak nikah lagi yah?...)

Menu Sehat Ala MTO Batam

Anda mau ikut bergabung bersama kami, dalam nuansa 'gelora asmara'...ufs, maksudnya 'gelora olahraga' ?

Inilah jadwal-jadwal 'menu sehat' kami dalam menyehatkan badan dan menyegarkan fikiran :
1. Tenis Meja
Dilaksanakan hampir tiap hari, setelah jam bubaran kantor (jam 5 sore ke atas, sampai selesai), tempat arena pertandingan di lantai 2 MTO Batam, anda gratis mengikutinya tanpa dipungut biaya...siapkan saja uang patungan alakadarnya, untuk membeli bola tenis meja
2. Futsal
Dilaksanakan tiap Selasa malam, mulai jam 7 sampai jam 9 malam, tempat latihan di Futsal Centre Nagoya (di samping hotel Royal Mercure), iuran partisipasi untuk kelangsungan hidup klub Rp 75.000 tiap orang per bulan...cukup murah, daripada biaya main golf dengan sewa caddy cantik
3. Tennis
Dilaksanakan tiap Rabu malam, mulai jam 7 sampai jam 9 malam, tempat latihan di Mandiri Square (dekat BCS Mall, Nagoya Batam), iuran....belum dihitung dengan matang, sementara masih suka-suka
4. Bulutangkis
Dilaksanakan tiap Sabtu pagi, mulai jam 8 sampai jam 11, arena latihan di GOR Batu (di belakang RS Awal Bross Batam), uang partisipasi Rp 50.000 tiap orang per bulan...main sepuas-puasnya, sesuka-sukanya...
5. Mancing
Biasanya dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu, dengan lokasi yang berbeda-beda di seantero wilayah Batam dan di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, uang partisipasi disesuaikan setiap keberangkatan...
6. Futsal Gaul
Biasanya dilaksanakan Minggu pagi, bertempat di Ocarina Batam Centre mulai pukul 7 pagi sampai selesai, tidak ada iuran anggota, cuma butuh modal bangun pagi dan tampang keren...

Nah, itulah menu-menu sehat yang ada di MTO Batam...
Silahkan anda memilih kegiatan olahraga yang sesuai dengan selera anda dan minat anda, semua kegiatan tidak mengandung paksaan dan unsur-unsur bahaya.

Just, enjoy it....

MTO Batam Tennis Club




Dalam khazanah budaya Melayu ada pepatah masyur yang berbunyi 'membangkitkan batang terendam' yang artinya kira-kira membangkitkan kembali kejayaan masa lalu atau membangkitkan kembali sesuatu yang telah lama dilupakan.

Mungkin terinspirasi dari pepatah Melayu itulah, Pak Asqolani dan kawan-kawan membangkitkan kembali MTO Batam Tennis Club yang selama ini mati suri. Rabu malam kemarin (10 Juni 2009) mereka mengawali kembali kegiatan tennis.

Padahal MTO Batam Tennis Club ini sudah ada sejak MTO Batam ini berdiri, tahun 2006, waktu itu dikomandoi oleh Pak Junus Sulistyawan dan rekan-rekan. Namun seiring berjalannya waktu dan makin padatnya aktivitas, kegiatan tenis itu pun meredup dan akhirnya mati suri.

Nah, pada Rabu malam kemarin Pak Asqolani dan kawan-kawan menggali kembali, kubur tenis klub yang mati suri dan seperti kata pepatah Melayu "membangkitkan batang terendam".
Semoga MTO Batam Tennis Club terus berjalan.

Mau ikut bergabung?
Silahkan hubungi Pak Asqolani dan kawan-kawan.

MTO Batam Badminton Club


Rabu, 10 Juni 2009

MTO Batam Table Tennis Club


MTO Batam Fishing Club



Inilah nama-nama pemancing MTO Batam Fishing Club, yang biasa terkatung-katung mengarungi samudra, menembus hujan badai, menerobos rawa-rawa, dan tahan dari serbuan gossip infotainment :
1. Pak Sudiro
2. Dedy Agus Prabowo
3. Pak Hanardy
4. Pak Asqolani
5. Pak Dani Meisa Handani
6. Pak Ronald Maruli Sianipar
7. Hammad
8. Pak Kabul Wiyono
9. Pak Eddy Surahmad
10. Fachrul Razi
11. Andika Yuliana Esti Nugroho
12. Herman Saputra

Mau bergabung menikmati strike dengan 'bumbu' dinginnya angin laut dan terpaan hujan?
Silahkan hubungi nama-nama di atas....

MTO Batam United Futsal Club



Inilah nama-nama pemain MTO Batam United Futsal Club, yang senantiasa memperkuat club, aktif berlaga, dan menyokong terus eksisnya club :
1. Pak Edi Warman
2. Pak Sudiro
3. Pak Ronald Maruli Sianipar
4. Pak Asqolani
5. Ronald Buangga Pangihutan Siagian
6. Budi Setiawan
7. Dani Fitria
8. Harsaktiko Marwanto
9. Haris Subekti
10. Ricky Febrito Silitonga
11. Fachrul Razi
12. Andika Yuliana Esti Nugroho
13. Budi Citra Permana
14. Ferrizal Mario Leo Putra
15. Abdullah
16. Herman Saputra
17. Robby Santoso
18. Agung Ardianto










Anda mau ikut berlaga dan bergabung bersama mereka?
Datang dan nikmati suasana hangatnya, di Futsal Centre Jalan Raden Fatah, Nagoya - Batam (di samping Hotel Royal Mercure), pada setiap hari Selasa malam mulai jam 19.00 sampai jam 21.00
Enjoy it.....

Selasa, 09 Juni 2009

Olah Raga Pantai

Para kadet (taruna muda) yang sedang berlatih untuk menjadi calon penjaga pantai (baywatch) dan juga calon pelatih lumba-lumba.



Latihan sebagai kadet, membuat mereka harus kuat fisik dan kuat mental, digodok dipinggir pantai Melayu, di Pulau Galang - Batam.

Lari-lari, main bola, berguling-guling, lempar bola, manjat kelapa ...



Bila tidak lulus latihan fisik sebagai penjaga pantai (baywatch), mereka langsung degradasi menjadi pelatih lumba-lumba. Atau bahkan menjadi penjual telur buaya.


Inilah, contoh penjaga pantai dan pelatih lumba-lumba. Entah siapa yang menjadi pelatih lumba-lumbanya, silahkan tebak sendiri....
Tapi, sosok lumba-lumbanya terlihat dipenampakan sebelah kiri, dengan amat lucunya...

Senin, 08 Juni 2009

Pelepas Dahaga Para Bulok Bahagia...

5 menit yang lalu jarum jam baru saja loncat dari pukul 5 sore, pertanda jam kerja sudah terlepas dari rutinitas sehari-hari. Bram, pemilik nama lengkap Bramantyo Pancaring Tyastomo, bujang lokal yang baru saja melepas rasa rindunya di Jakarta dengan sang istri minggu kemarin, bergegas menuju ke lantai 2 gedung MTO.

Langkahnya gembira, sebahagia pertemuannya dengan sang istri kemarin. Dan, arena tenis meja yang terpancang di dekat toilet adalah tujuan utamanya. Ternyata di sana sudah menunggu para 'bulok' lainnya, semisal Pak Asqolani, Pak Suharman, Pak Togap, Pak Nana, Pak Nico dan Dedy Agus Prabowo.



Dan, berpesta poralah para 'bulok' bahagia melepaskan dahaganya di atas meja persegi panjang seluas ranjang bayi itu. Mengadu keringat dengan smash-smash tajam. Membakar gelora dengan tenis meja.



Tenis meja merupakan sarana pelepas dahaga dari para bulok bahagia kita. Bulok atau bujang lokal, adalah istilah para suami yang ditinggal sendiri istri di tanah seberang. Dipisahkan tugas dan kewajiban, demi segenggam tanggung jawab dan sekepal intan permata impian.



Makanya, jangan heran bila setiap sore hari selepas jam kerja, arena tenis meja menjadi begitu gegap gempita dan bergelora.
Maklum teman, cuma inilah pelepas dahaga pelampiasan mimpi panjang yang tak kunjung tiba....



Daripada mereka keluyuran malam-malam ke Bukit Senyum yang remang?

Minggu, 07 Juni 2009

Dunia Lelaki

Dunia lelaki,
Begitu adanya...
Usah dipahami, bukan untuk dimengerti....
(Lagu Dunia Lelaki, Ciptaan Ahmad Dhani, Album Ahmad Band)








Mencari Jaket Klub

Klub badminton kami lagi nyari jaket yang keren nih...
Tujuannya sih untuk lebih menghangatkan persahabatan, mengokohkan identitas klub, dan tentu saja kenang-kenangan yang indah....

kira-kira wujudnya seperti ini







Apakah ada ide, sumbang saran, penawaran, atau lainnya?
Kami tunggu segala diskusinya....

Antara Sinar Mutiara dan Lou Hand

Bukannya promosi atau pencemaran nama baik nih, ini sekedar secuil ulasan suttle kock yang biasa kita pake waktu bermain badminton tiap Sabtu pagi.

Biasanya, kita memakai suttle kock merk Sinar Mutiara (SM) dari sejak dulu kala. Namun menurut pendapat kami, SM ini agak kurang kuat bulunya. Rapuh dan gampang patah. Walaupun untuk kualitas 'laju bola' normal dan stabil. Harga satu tabungnya Rp 65.000.




Nah, dalam rangka penghematan dana untuk menghindari krisis finansial (akibat imbas krisis keuangan dunia kah? hehehe...), kami mencoba merk baru bernama Lou Hand (LH). Karena pertimbangan awal, harganya lebih murah dari SM, satu tabung Rp 60.000,-
So, setiap tabungnya kita berhemat Rp 5.000 ...lumayan deh.

Eh, ternyata LH ini emang awet banget...di-smash berkali-kali, nggak patah-patah juga. Dalam satu set, malah cuma menghabiskan 1 buah suttle kock. Gila nih kock kuat banget? dari planet Crypton kali yah...? bawaan Superman? hehehe... lebay banget deh.

Biasanya dalam satu kali pertemuan (pertandingan) kita menghabiskan 3 tabung merk SM, eh...Sabtu pagi tadi cuma menghabiskan 2 tabung merk LH.
Wah...berhasil nih program penghematan finansial club...hehehe.

So, sejak saat ini...dengan berat hati, akhirnya kami meninggalkan SM dan menggaet LH.
Sekali lagi, ini pengalaman nyata kami dilapangan selama ini loh yah...belum tentu pengalaman club lain sama.

Ini sekedar ulasan secuil kami, bukan pencemaran nama baik neh...
Ntar, gara-gara tulisan ini...nasib club badminton kami di'ibu Prita Mulyasari'kan. Ah...sempit sekali demokrasi tidak bisa menerima kritik dan koreksi, tanpa dialog yang sehat...



Kok jadi ngomongin demokrasi sih?...sorry ngelantur jauuuuh.

Pesan kami : pilihlah suttle kock yang sesuai dengan selera anda, kami sedang tidak berpromosi dan beriklan.

Tengkyu.

Sabtu, 06 Juni 2009

Kova-Budi Vs Agung-Andri, 6 Juni 2009




Kaum senior dan 'darah muda' bertemu dan beradu. Pasangan Pak Kova dengan Mas Budi, harus berjibaku menghadang gelombang tenaga Andri dan Agung...


Arena Badminton, 6 Juni 2009

Sabtu pagi ini, seperti biasa...arena badminton kembali bergelora oleh cucuran keringat. Tapi, kini kita mau meliput hal-hal ringan yang terjadi di seputar arena pertandingan tadi pagi.

Sesekali meliput hal yang selama ini terabaikan, padahal ternyata peranannya amat penting...


Botol minuman dingin, yang kesepian di pojok lapangan...ditinggalkan merana ketika mereka berlaga, padahal begitu kerongkongan terasa terbakar...minuman segar inilah pelepas segala deritanya.


Suttle kock yang patah, rapuh dan meranggas sedih, berserakan tanpa daya setelah dihantam puluhan pukulan smash...

Pak 'Tukang Senar Raket' yang senantiasa melamun sendirian, hanya dimanfaatkan jasanya ketika ada senar raket yang putus...

Tas-tas bawaan yang teronggok di sisi-sisi lapangan, menunggu tuannya kembali menggaet ketika pertandingan telah usai ....


'si Gondrong' penjaga warung, yang senantiasa menyediakan kebutuhan pemain setiap waktu.

Merekalah bagian-bagian penting yang senantiasa menemani kita, walaupun hanya terletak di pinggir-pinggir lapangan. So, jangan memandang segala sesuatu dari sudut 'penting dan tidak penting'...karena pada dasarnya semua yang ada di muka bumi ini kehadirannya saling lengkap-melengkapi...

Btw, bener nggak sih tulisan aku ini?

Jangan-jangan aku nulis ini ketika sedang ngelantur...? hehehe.... tau ah!

Jum'at Sore Yang Seru

Biasanya, kalau Jum'at sore menjelang...lapangan tenis meja ini menjadi amat seru dan meriahnya.



Selepas jam kerja, sambil melepaskan semua ketegangan...tenis meja ini menjadi ajang pelampiasan gelora yang membara...ufs, mirip judul film yah?

Sarana olahraga yang tepat bagi pelampiasan gelora para 'bulock' (bujang lokal) yang jauh ditinggal istri tercinta, atau para lajang yang ditinggal pergi kekasih...aih..aih... smash!!


Jum'at sore pasangan-pasangan atlet langsung bertarung, berjibaku dan berteriak...adaw...!!