Selasa, 26 Mei 2009

Prahara Futsal With Silat Soccer, Selasa 19 Mei 2009

Pukul 19.30 “silat soccer” diawali dengan tiupan peluit oleh wasit Budi Setiawan. Jurus-jurus mulai digunakan dari awal mulai pertandingan. Adu kaki, tangan, badan, kepala pun terjadi. Gol tercipta di awal pertandingan oleh kubu Silat Soccer FC. Tim KPP Madya Batam tertinggal sementara 0-1.

Cuma beberapa menit saja hal itu terjadi, setelah Ricky menjebol gawang. Kedudukan imbang 1-1.

Permainan mulai panas, pressing dilakukan oleh silat soccer. Tim Madya agak kesulitan mencetak gol karena harus menghadapi kaki-kaki yang menghadangnya, siap mematah-matahkan.

Gol kembali tercipta, kali ini oleh Budi CP (bukan Budi Anduk) yang mendapat umpan mantap dari rekannya. 2-1 kedudukan sementara. Gol-gol pun mulai terjadi, berhamburan. Kesalahan kiper Madya Ozy, dalam menangkap bola membuat selisih menjadi lebih tipis 5-4 untuk keunggulan tim Madya.

Permainan terus memanas. Pemain tengah tim madya (Kirei) mendapatkan free kick setelah jatuh akibat tackle keras dari pemain silat soccer, sayang tendangannya masih melebar di sisi kiri gawang. Pemain pengganti Ronald (Kirei keluar) melesatkan power shot dan menjadikan skor 6-4 untuk tim madya. Pertandingan semakin memanas hingga puncaknya. Striker madya, Ricky yang merasa kesal akibat pressing yang berlebihan dari silat soccer akhirnya memuntahkan amarah juga. Keributan pun terjadi.

Maaf adegan ini kami SENSOR
Karena mengandung unsur kekerasan dan tidak laik tayang.

Secara, tim Madya selalu bermain bersih di lapangan, saat bertemu tim yang sedikit kasar (biar agak halus) kemarahan pun berkobar. Pertandingan pun dihentikan saat waktu kurang 2 menit lagi. Skor akhir 6-4 untuk kemenangan tim Madya, namun harus dibayar dengan rasa sakit pada kaki-kaki yang ditackle.

Tidak ada korban jiwa dalam pertandingan ini....

Kirei melaporkan dari arena pertandingan.
(Uugghh... sakit yo, ditackle ampe jatuh berguling-guling...maaf, agak lebay bahasanya...)

1 komentar:

  1. Ada beberapa hal yang perlu diluruskan atas artikel ini, baik dari segi materi maupun segi gaya bahasa.

    Yang pertama, teman-teman Pengurus Kota IPSI Batam melalui saya menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang kurang enak pada saat tanding persahabatan futsal tersebut. Penyebab kesalahan kami yaitu adanya beberapa orang pemain di tim kami yang ternyata bukan anggota kami, dan dari pengamatan kami orang-orang tersebutlah yang sering overaksi.

    Mengapa kami bisa kecolongan ? Harap dimaklumi, IPSI Kota Batam mewadahi lebih dari 30 perguruan pencak silat yang tersebar di berbagai penjuru Kota Batam, sehingga kami yang baru menjabat sebagai pengurus baru sejak beberapa bulan yang lalu, belum bisa menghapal seluruh anggota perguruan pencak silat di Batam in. Rencana awalnya, tim futsal yang akan turun adalah para pengurus saja, namun karena sebagian besar pengurus harus mengikuti kegiatan di luar kota, maka terpaksa ditambah dengan pesilat-pesilat muda. Jadi pada saat tanding futsal, kami pengurus yang hadir saling bertanya "itu anggotanya sampeyan bukan ?" karena saling tidak tau. Beberapa hari setelah tanding futsal selesai, baru diketahui ternyata oknum-oknum tersebut bukanlah anggota, tetapi teman dari luar.

    Yang kedua, tidak dipungkiri adanya hukum aksi reaksi berantai. Dari pengamatan kami dan teman-teman, baik yang di tengah lapangan maupun yang mengamati di pinggir, ulah oknum tim KPP Madya Batam yang beberapa kali meneriakkan kata-kata yang tidak sopan dan memancing keributan juga menjadi faktor yang sangat memprovokasi dan mempengaruhi kejadian tersebut.

    Apabila teman-teman tim futsal KPP Madya Batam masih berkenan, teman-teman Pengkot IPSI Batam akan mengundang untuk main futsal lagi, tapi kali ini benar-benar pengurus yang akan turun ke lapangan, bukan anak-anak muda lagi.

    Demikian komentar dari saya pribadi. Mohon dimaafkan apabila tidak berkenan, mohon diluruskan apabila tidak benar.

    Jabat hangat,
    www.ipsibatam.co.nr

    BalasHapus